asuransi jiwa kredit

Kredit adalah salah satu fasilitas pinjaman uang yang diberikan oleh bank kepada nasabah, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan, seperti untuk dana darurat, tujuan konsumtif seperti mencicil barang, hingga untuk modal usaha. Kredit yang diberikan memiliki besaran nominal yang berbeda-beda. Tergantung kebutuhan dari nasabah. Bank juga akan memberlakukan jangka waktu atau tempo untuk membayar suatu pinjaman. Tetapi, dalam masa pinjaman hal tak terduga bisa saja terjadi, sehingga menyulitkan nasabah kesulitan dalam membayar kredit atau bahkan mengalami gagal bayar. Maka, untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan asuransi menawarkan produk terkait proteksi nasabah yang melakukan kredit, atau yang biasa disebut asuransi jiwa kredit.

 

Dikutip dari situs OJK, asuransi jiwa kredit adalah produk kerjasama bank dengan perusahaan asuransi, yang memberikan manfaat berupa pelunasan kredit kepada bank apabila seorang yang memanfaatkan fasilitas kredit (debitur) meninggal dunia. Cara kerjanya adalah asuransi jiwa kredit akan membantu melunasi pinjaman di bank apabila yang tertanggung meninggal dunia, sehingga sudah tidak mampu lagi membayar pinjaman tersebut.

 

Meski demikian, ada juga beberapa kasus pengajuan klaim asuransi jiwa kredit ditolak oleh perusahaan asuransi. Umumnya, penolakan yang terjadi karena adanya kesalahan informasi pada Surat Permohonan Penutupan Asuransi Jiwa (SPPAJ), persyaratan untuk pengajuan klaim tidak lengkap, serta klaim yang diajukan telah melewati periode pertanggungan atau sudah kadaluwarsa.

 

Maka, untuk menghindari terjadinya hal tersebut, berikut ini sejumlah tips agar kamu dapat terhindar dari penolakan klaim asuransi:

 

1. Berikan Informasi yang benar dan jujur dalam SPPAJ

SPPAJ berisi data diri calon nasabah saat ingin mengajukan asuransi jiwa. Untuk mengisi SPPAJ, tidak jarang perusahaan asuransi akan meminta dokumen tambahan, seperti hasil medical check up yang berfungsi untuk mengetahui riwayat kesehatan dari calon nasabah. Dianjurkan bagi calon nasabah, untuk mengisi SPPAJ secara menyeluruh sesuai dengan permintaan, berikan informasi sebenarnya, terutama terkait masalah kesehatan. Jika dalam pengisian tidak sesuai atau tidak jujur maka akan berakibat fatal, dimana akan menggugurkan kewajiban perusahaan asuransi dalam membayar klaim.

 

2. Meminta sertifikat kepesertaan kepada Bank

 Sertifikat kepesertaan asuransi adalah bukti kepesertaan tertanggung dalam asuransi jiwa kredit yang memuat ringkasan dari polis. Sertifikat kepesertaan asuransi diberikan oleh perusahaan asuransi baik secara langsung maupun melalui bank. Jika diberikan kepada bank maka nasabah dapat meminta sertifikat tersebut kepada bank. Karena akan berguna dalam pengajuan klaim nantinya.

 

3. Memahami ketentuan asuransi

 Ketika membeli asuransi jiwa kredit, pahami betul ketentuan asuransi, seperti manfaat, jangka waktu pertanggungan, hingga pengecualiannya. Manfaat yang diberikan pada asuransi jiwa kredit berbeda-beda, sesuai dengan jenis produk yang dipilih. Perusahaan asuransi juga memiliki kebijakan tersendiri dalam jangka waktu, pengecualian dan persyaratan dan pengejuan klaim. Sehingga tidak adanya kesalahan informasi dalam pengajuan klaim.

 

4. Memberitahukan kepada ahli waris mengenai kewajiban melunasi utangmu

 Dalam pengambilan pinjaman, nasabah harus memberitahukan kepada ahli waris tentang beban finansial nasabah, sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang harus dilakukan jika risiko kematian terjadi.

 

Jika terjadi penolakan atas klaim yang diajukan, umumnya ahli waris dapat mengajukan keberatan kepada perusahaan asuransi melalui pihak bank, dan bank akan melakukan mediasi antara ahli waris dan juga perusahaan asuransi. Namun, dalam beberapa kasus yang memang klaim tidak bisa didapatkan, maka ahli waris harus membayar kewajibannya sendiri. Maka dari itu, tanyakan dengan seksama akan ketentuan dari pihak asuransi dan lakukan tips diatas agar terhindar dari penolakan asuransi.

 

Leave A Comment

Recommended Posts