Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dalam Bahasa Arab dan Latin, Dilengkapi Artinya

Berikut ini bacaan niat puasa Senin Kamis dalam tulisan Arab dan latin, dilengkapi arti serta manfaatnya. Puasa Senin Kamis merupakan puasa Sunnah yang dianjurkan Rasulullah. Dalam menjalankan puasa Senin Kamis dimulai sejak terbit matahari (Shubuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib).

Ada beberapa manfaat yang diperoleh ketika melaksanakan ibadah ini, seperti berharap dapat diampuni dosa dosanya. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin, sunat karena Allah Ta’aalaa. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala Artinya: Saya niat puasa pada hari Kamis, sunat karena Allah Ta’aalaa.

Rasulullah menuturkan beberapa manfaat yang dapat dipetik dari puasa ini, di antaranya: Ternyata, Rasulullah saw. manusia paling agung yang menjadi suri tauladan dalam hidup ini berulang tahun. Tepatnya dilahirkan pada hari Senin.

Selain itu, beliau menerima wahyu pertama kali yang disampaikan oleh Jibril yang membawa risalah kenabian, juga pada hari Senin. Hal ini berdasarkan penuturan Abu Qatadah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. ditanya tentang berpuasa pada hari Senin. Lalu beliau saw. bersabda: “ Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al Qur’an.” (HR.Muslim).

Ketika masih di dunia, pemeriksaan catatan amal sehari hari diperiksa secara berkala. Ternyata pemeriksaan amal itu dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Maka jika pemeriksaan amal itu terjadi saat kita sedang berpuasa, semoga nilai keurukan dari amal kita berkurang dan nilai amal kebaikannya bertambah.

Dalam sebuah Riwayat disebutkan, Rasulullah saw. bersabda: ” Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa.” (HR. Turmudzi). Mengapa Rasulullah saw. memberi perhatian khusus pada puasa Senin Kamis sedemikian rupa, hingga tak pernah melewatkannya? Hal itulah kemudian, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. membuat pada sahabat bertanya tanya, ada apa sebenarnya dengan hari Senin dan Kamis.

Saat mereka bertanya pada beliau apa sebabnya, maka sabdanya: “Sesungguhnya amal amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan." Maka firman Nya: “Tangguhkanlah keduanya” (HR. Ahmad). Meski demikian, ada satu amal keburukan yang tak diberi toleransi oleh Allah bagi pelakunya, yakni bermusuhan dengan sesamanya.

Simak berita lain terkait Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.