Banyak Pengangguran MPM Gelar Kelas Mengemudi Profesional untuk Tingkatkan Skill

Data Badan Pusat Statistik bulan Agustus 2020 menyebutkan, jumlah pengangguran di Indonesia naik sebanyak 2,67 juta orang dan secara keseluruhan mencapai 9,77 juta orang. Membengkaknya angka pengangguran diduga karena kondisi perekonomian Indonesia yang sulit ditambah pandemi Covid 19. Sejumlah perusahaanmelakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya dan sampai melakukan penutupan usaha akibat kerugian yang terus menerus.

Merespon hal ini, MPM menggelar program Life Skill Training Center – Kelas Mengemudi Profesional untuk memberi pelatihan dan pengembangan hard skill dan soft skill bagi para pengemudi non profesional. Tujuannya, agar mereka memiliki kemampuan mengemudi yang baik, patuh terhadap peraturan lalu lintas, dan beretika. Program ini diselenggarakan di kawasan Sentul City, Bogor, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan, materi yang diajarkan terbagi dalam 2 fokus. Yakni ilmu soft skil pengemudi profesional yang meliputi mindset shifting, service excellence, customer service, etika pengemudi, teknik mengemudi, disiplin lalu lintas, dan keamanan mengemudi. "Sedangkan untuk materi hard skill, para peserta diajak untuk mempelajari pengenalan kendaraan dan penguasaan kemudi, pola berkendara yang baik, serta materi defensive driving," kata Natalia dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Para peserta juga mendapatkan pengajaran mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Misalnya bagaimana penanganan jika menemukan korban kecelakaan yang patah tulang atau korban yang tidak sadarkan diri, termasuk juga pengetahuan mengenai teknik dan proses CPR. Natalia menambahkan, Life Skill Training Center atau LSTC merupakan salah satu program CSR andalan MPM untuk meningkatkan mutu dan keterampilan SDM, khususnya yang bekerja di sektor non profesional maupun mereka yang belum memiliki pekerjaan.

Sejak 2015 hingga 2019, program LSTC berfokus pada pelatihan dan pembekalan SDM untuk menjadi tenaga mekanik profesional sehingga para peserta bisa bekerja di jaringan bengkel resmi atau bahkan memiliki usaha bengkel sendiri. Sebanyak 164 orang dari berbagai komunitas pengemudi non profesional mendaftarkan diri untuk mengikuti program pelatihan ini namun, demi keamanan bersama dan mematuhi standar prokes Covid 19, hanya 20 orang peserta terbaik yang dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria persyaratan dan juga melalui interview. Peserta pelatihan ini berkesempatan langsung menjadi calon kandidat tenaga pengemudi di MPMRent, anak usaha MPM yang bergerak di bidang jasa transportasi dan penyewaan mobil khusus korporasi.

“Sebanyak 20 orang peserta pelatihan ini telah dipilih sesuai prosedur screening awal yang biasa kami lakukan ketika ingin merekrut calon tenaga pengemudi profesional MPMRent," ujarnya. "Jika nanti ada kebutuhan atau lowongandriver , para peserta ini akan langsung kami panggil untuk mengikuti tahapan seleksi dan interview penerimaan sebagai pengemudi profesional di perusahaan kami,” katanya.