Mengenal Jenis Sensor Suhu Beserta Kegunaannya

Terdapat beragam jenis sensor suhu yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Sensor suhu atau termometer sendiri merupakan suatu alat yang bermanfaat untuk mengukur suhu. Selain itu, alat ini mampu menjadi alarm kebakaran dan mengubah besaran panas menjadi energi listrik, sehingga bisa dengan mudah terdeteksi.

Anda wajib menggunakan alarm kebakaran berkualitas dengan harga terjangkau untuk keamanan Anda. Salah satu sistem alarm berkualitas yang dapat Anda gunakan adalah Secom. Masih penasaran dengan apa saja jenis-jenisnya? Simak di sini!

Jenis Sensor Suhu Beserta Kegunaannya

Masing-masing jenis sensor suhu mempunyai karakteristik berbeda-beda yang bisa dipakai sehari-hari. Inilah beberapa sensor suhu lainnya yang bisa Anda pakai:

1. Thermistor

Alat ukur suhu thermistor atau thermal resistor merupakan alat elektronik yang resistansinya terpengaruh oleh suhu. Resistor ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu, karena bahan dasar dari pembuatan thermistor terdiri dari tembaga, besi, nikel, kobalt, kromium dan oksida logam campuran.

Ada dua jenis thermistor yang perlu Anda ketahui. Pertama, Positive Temperature Coefisien (PTC) yang resistansinya akan meningkat mengikuti naiknya koefisien temperatur atau suhu. Sedangkan jenis lainnya, Negative Temperature Coefficient (NTC) yang nilai resistansinya meningkat seiring turunnya suhu.

Anda bisa menggunakan alat ini untuk barang elektronik, seperti sensor suhu kulkas, komputer, otomotif, pendeteksi kebakaran, dan sebagainya.

2. Thermostat

Jenis sensor suhu satu ini memakai prinsip kerja magnet. Ada dua jenis logam berbeda yang terdapat di dalamnya, yakni tembaga, aluminium, dan tungsten nikel.

Logam-logam ini akan membentuk Bimetallic Strip yang bengkok saat mendapat suhu tertentu. Sehingga bisa bergerak menyambungkan atau memutuskan sirkuit. Anda bisa menggunakan alat ini untuk peralatan listrik yang mudah Anda temui, seperti setrika, water heater, atau oven.

3. Thermocouple

Alat sensor suhu thermocouple merupakan alat thermo-electric dengan dua persimpangan logam yang berbeda. Fungsi logam pertama adalah sebagai junction referensi pada suhu yang tetap.

Sedangkan, logam lainnya akan bersentuhan dengan suhu panas yang akan dideteksi. Dari perbedaan kedua suhu inilah yang akan menghasilkan tegangan listrik yang sebanding dengan sumber panas.

4. Resistive Temperature Detector (RTD)

RTD merupakan sensor suhu yang dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan, sesuai dengan jumlah suhu. Bahan dasarnya sendiri terbuat dari platinum dan memiliki keakuratan yang cukup tinggi.

Dua Jenis Utama Sensor Suhu

Selain jenis-jenis di atas, sensor suhu juga dapat dibedakan menjadi dua kategori utama. Berikut adalah penjelasannya:

1. Contact Temperature Sensor

Jenis temperatur yang satu ini bisa mendeteksi suhu apabila terjadi kontak fisik dengan objek. Alat ini bisa Anda gunakan untuk mengukur suhu pada benda cair, benda padat, maupun gas.

2. Non Contact Temperature Sensor

Berbeda dengan contact temperature sensor, alat ini punya cara kerja yang berkebalikan. Karena non contact temperature sensor mampu mendeteksi perubahan suhu dengan cara radiasi ataupun konveksi. Sehingga tidak membutuhkan kontak langsung dengan objek.

Sudah Tau Apa Saja Jenis Sensor Suhu?

Itu dia informasi tentang ragam jenis sensor suhu yang bisa Anda gunakan. Sekarang Anda bisa memilih sensor suhu mana yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan. Sehingga teknologi yang Anda gunakan dapat berfungsi secara optimal.